Post by Jayyid Agency.
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
HAL-HAL YANG WAJIB DIKETAHUI SETIAP MUSLIM
SEJARAH BERDARAH SEKTE SYIAH
Label:
Aqidah,
Ilmu,
Manhaj,
Tazkiyatun Nafs,
Wawasan
MINHAJUL MUSLIM (Konsep Hidup Ideal dalam Islam)
Penulis : Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi
Penerbit :
Darul Haq
Ukuran :
16 × 24,5 cm
Tebal :
xxxiii + 1240 hal. (HC)
Harga : Rp
145.000,-
Jayyid :
Rp 125.000,- (hemat Rp 20.000,-)
Kesempurnaan Islam tergambar dalam aturannya yang lengkap atas berbagai aspek kehidupan manusia tanpa melewatkan perkara yang kecil maupun yang besar. Pembahasan mengenai akidah, ibadah, akhlak maupun muamalah dapat kita temukan aturannya di dalam agama Islam. Hanya saja sedikit sekali orang yang mampu menggali nilai-nilai tersebut secara langsung dari dua sumber utama hukum Islam, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam.
Keyakinan, Ucapan & Perbuatan Pembatal Keislaman

- Penulis : DR. Abdul Aziz bin Muhammad al-Abdul Lathif
- Penerbit : Pustaka Sahifa
- Ukuran : 16 x 24 cm
- Tebal : xvi + 792 hal. (HC)
- Harga :
Rp 139.000,- - Jayyid : Rp 119.000,- (hemat Rp 20.000,-)
Semua kaum Muslimin insya Allah paham dengan apa-apa yang membatalkan wudhu, Shalat dan Puasa. Tentu ini adalah suatu yang menggembirakan, karena mengetahui apa-apa yang membatalkan suatu ibadah adalah suatu kewajiban.
Akan tetapi yang lebih wajib dari itu adalah mengetahui apa-apa yang membatalkan Iman dan Islam yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam, atau terjatuh ke dalam kekufuran. Yang membatalkan Iman bisa berupa keyakinan, ucapan dan perbuatan, dan bentuknya banyak, yaitu syirik, mencaci Allah, mengingkari sesuatu dari Syariat, menghina Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam, mengingkari kebangkitan kembali di akhirat, mengaku sebagai nabi, dan sebagainya.
Dan buku kita ini, yang aslinya adalah disertasi doktoral, mengulas setiap masalah tersebut secara akademis, menyeluruh, metodologis, dan kuat berdasarkan al-Qur`an, as-Sunnah yang shahih, dan ijma' serta dilengkapi dengan perkataan-perkataan ulama dalam masing-masing masalah. Kajilah buku ini agar Anda dan orang-orang di sekitar Anda terhindar dari ketergelinciran ke dalam kekufuran tanpa disadari.
Akan tetapi yang lebih wajib dari itu adalah mengetahui apa-apa yang membatalkan Iman dan Islam yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam, atau terjatuh ke dalam kekufuran. Yang membatalkan Iman bisa berupa keyakinan, ucapan dan perbuatan, dan bentuknya banyak, yaitu syirik, mencaci Allah, mengingkari sesuatu dari Syariat, menghina Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam, mengingkari kebangkitan kembali di akhirat, mengaku sebagai nabi, dan sebagainya.
Dan buku kita ini, yang aslinya adalah disertasi doktoral, mengulas setiap masalah tersebut secara akademis, menyeluruh, metodologis, dan kuat berdasarkan al-Qur`an, as-Sunnah yang shahih, dan ijma' serta dilengkapi dengan perkataan-perkataan ulama dalam masing-masing masalah. Kajilah buku ini agar Anda dan orang-orang di sekitar Anda terhindar dari ketergelinciran ke dalam kekufuran tanpa disadari.
Label:
Aqidah,
Ilmu,
Manhaj,
Tazkiyatun Nafs
Hal-hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim
- Penulis: Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraishi
- Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
- Ukuran: 15,5 X 23,5 cm
- Berat: 400 gr
- Halaman: XIX + 332 Lembar (SC)
- Harga:
Rp 40.000,- - Jayyid: Rp 36.000,- (hemat 10%)
Sebagaimana diketahui oleh ummat Islam, berdasarkan dalil-dalil syari'at dari al-Qur-an dan as-Sunnah, bahwasanya setiap amal dan ucapan seseorang akan dipandang benar dan dapat diterima jika berdasarkan 'aqidah yang benar. Apabila 'aqidahnya tidak benar, maka setiap amal dan ucapannya akan menjadi batal atau tidak sah.
Mengingat akan pentingnya masalah tersebut, Alhamdulillah, dengan izin Allah Ta'ala kami dapat menerbitkan sebuah risalah yang berjudul Hal-Hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.
Risalah ini kami terjemahkan dari kitab at-Tanbiihaat al-Mukhtasharah Syarh al-Waajibaat al-Mutahattimaat al-Ma'rifah'alaa Kulli Muslim wa Muslimah, yang ditulis secara sistematis dan disertai penjelasan yang luas oleh Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraishi.
Dalam risalah ini dijelaskan tiga landasan pokok yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim dan Muslimah, yaitu mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mengenal agama-Nya (Islam), dan mengenal Nabi-Nya, Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Ketiga hal itulah yang akan ditanyakan kepada setiap hamba ketika ia berada di alam kubur.
Risalah ini juga membahas masalah yang paling agung dan yang menjadi pondasi bagi dienul Islam, yaitu Tauhid. Hal itu karena hanya untuk mentauhidkan Allah, maka Dia menciptakan jin dan manusia, menurunkan Kitab-Kitab-Nya, mengutus para Rasul-Nya, serta menciptakan Surga dan Neraka.
Mengingat akan pentingnya masalah tersebut, Alhamdulillah, dengan izin Allah Ta'ala kami dapat menerbitkan sebuah risalah yang berjudul Hal-Hal yang Wajib Diketahui Setiap Muslim.
Risalah ini kami terjemahkan dari kitab at-Tanbiihaat al-Mukhtasharah Syarh al-Waajibaat al-Mutahattimaat al-Ma'rifah'alaa Kulli Muslim wa Muslimah, yang ditulis secara sistematis dan disertai penjelasan yang luas oleh Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al-Khuraishi.
Dalam risalah ini dijelaskan tiga landasan pokok yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim dan Muslimah, yaitu mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mengenal agama-Nya (Islam), dan mengenal Nabi-Nya, Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Ketiga hal itulah yang akan ditanyakan kepada setiap hamba ketika ia berada di alam kubur.
Risalah ini juga membahas masalah yang paling agung dan yang menjadi pondasi bagi dienul Islam, yaitu Tauhid. Hal itu karena hanya untuk mentauhidkan Allah, maka Dia menciptakan jin dan manusia, menurunkan Kitab-Kitab-Nya, mengutus para Rasul-Nya, serta menciptakan Surga dan Neraka.
Untukmu Yang Berjiwa Hanif
- Judul: Untukmu Yang Berjiwa Hanif (untuk Anda yang sedang mencari kebenaran Islam yang sesungguhnya)
- Pengarang: Al-Ustadz Armen Halim Naro, Lc
- Penerbit: Pustaka Darul Ilmi
- Ukuran: 14 x 20,5 cm
- Tebal: 204 Halaman
- Harga:
Rp 25.000,- - Jayyid: Rp 22.500,- (Hemat 10%)
Ketika jejak-jejak kasih sayang Allah ta’ala sudah mulai tampak di halaman kalbu, awan mahabbah dan kabut cinta Allah Subhanahu wa ta’ala sedang datang berarak di langit hati, pertanda rahmat hidayah akan turun menyirami taman jiwa.
Tidak berselang lama, akan tumbuh bersemi fitrah yang suci, hadir perasaan tunduk dan patuh pada kebenaran, timbul motivasi dan semangat untuk berbuat kebaikan. Saat itulah kehidupan akan dirasa berarti dan kebahagiaan bisa direngkuh kembali. Allah ta’ala berfirman, “Dan Orang-orang yang berjuang dalam jalan Kami, akan Kami beri mereka hidayah menuju jalan-jalan kebaikan Kami.” [QS. Al-Ankabut: 69]
Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, tidak diolah dengan benar bahkan sering ditelantarkan dan dilalaikan, pasti ia berlalu dan meninggalkannya dalam kesendirian menyebabkan ia harus menunggu dan menunggu pada sebuah penantian yang tidak berkesudahan, Allah berfirman, “Ketika mereka menyeleweng dari jalan kebenaran, kami selewengkan hati mereka.” [QS. Ash-Shaf: 5]
Tidak ada pilihan lain bagi seorang hamba kecuali melanjutkan pencarian dan memperkokoh keyakinan. Karena bangun dari kelalaian merupakan langkah awal dari sebuah perjalanan menuju Shirathul Mustaqim. Jalan yang telah ditempuh oleh para nabi dan rasul, orang-orang shiddiq, syuhada dan orang-orang yang shalih. Itu pula yang telah dilalui oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
Beragama ala Rasulullah dan menapaki jejak Salafush Shalih itulah sebuah keharusan, itulah hidayah yang hakiki. Allah ta’ala berfirman, “Sekiranya mereka beriman seperti mereka beriman, niscaya mereka memperoleh hidayah.” [QS. Al-Baqarah: 137]
Semoga Allah mengambil ubun-ubun kita kepada kebenaran. Aamiin.
Tidak berselang lama, akan tumbuh bersemi fitrah yang suci, hadir perasaan tunduk dan patuh pada kebenaran, timbul motivasi dan semangat untuk berbuat kebaikan. Saat itulah kehidupan akan dirasa berarti dan kebahagiaan bisa direngkuh kembali. Allah ta’ala berfirman, “Dan Orang-orang yang berjuang dalam jalan Kami, akan Kami beri mereka hidayah menuju jalan-jalan kebaikan Kami.” [QS. Al-Ankabut: 69]
Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, tidak diolah dengan benar bahkan sering ditelantarkan dan dilalaikan, pasti ia berlalu dan meninggalkannya dalam kesendirian menyebabkan ia harus menunggu dan menunggu pada sebuah penantian yang tidak berkesudahan, Allah berfirman, “Ketika mereka menyeleweng dari jalan kebenaran, kami selewengkan hati mereka.” [QS. Ash-Shaf: 5]
Tidak ada pilihan lain bagi seorang hamba kecuali melanjutkan pencarian dan memperkokoh keyakinan. Karena bangun dari kelalaian merupakan langkah awal dari sebuah perjalanan menuju Shirathul Mustaqim. Jalan yang telah ditempuh oleh para nabi dan rasul, orang-orang shiddiq, syuhada dan orang-orang yang shalih. Itu pula yang telah dilalui oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
Beragama ala Rasulullah dan menapaki jejak Salafush Shalih itulah sebuah keharusan, itulah hidayah yang hakiki. Allah ta’ala berfirman, “Sekiranya mereka beriman seperti mereka beriman, niscaya mereka memperoleh hidayah.” [QS. Al-Baqarah: 137]
Semoga Allah mengambil ubun-ubun kita kepada kebenaran. Aamiin.
Label:
Manhaj,
Tazkiyatun Nafs,
Wawasan
TAUBAT SURGA PERTAMA ANDA
- Penulis: Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd
- Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
- Ukuran: 15, x 23,5 cm, berat 725 gr
- Halaman: 474 halaman (SC)
- ISBN: 979-3536-83-5
- Harga:
Rp 50.000,- - Jayyid: Rp 45.000,- (hemat 10%)
Label:
Aqidah,
Ibadah,
Manhaj,
Taubat,
Tazkiyatun Nafs
JENGGOT YES, ISBAL NO
- Penulis: Abdullah bin Jarullah alu Jarullah, Abdullah bin Abdul Hamid, Abdul Karim al Juhaiman
- Penerbit: Media Hidayah
- Ukuran: 10 x 14, 5 cm
- Tebal: 128 halaman (SC)
- Harga: Rp 10.000,-
Bismillaah...
Bagaimana hukum mencukur Jenggot? Baik yang panjangnya kurang dari satu genggam ataupun yang lebih?
Bagaimana hukum isbal? Baik dengan sombong maupun tidak sombong?
Bagaimana penjelasan hadits tentang Abu Bakar yang kainnya melorot?
Bagaimana dengan makna “izaar”? apa Cuma dimaknai dengan kain sarung? Bagaimana dengan kain celana panjang?
insyaALLOH jawaban akan anda temukan pada buku ini. Buku ini membahas hukum memelihara jenggot dan berpakaian isbal yang diterjemahkan dari 4 buah buku, yaitu: Min al Hadyi an Nabawi I faul Liha, karya Abdullah bin Abdul Hamid. Muhaawarah Thariifah Baina Dzii Lihyah wa Mahluuqiha, karya Abdul Karim al Juhaiman. Isbaal ats Tsiyaab Baina al Ijaab wa al Iqaab, karya Abdullah bin Abdul Hamid. Tadzkir asy Syabaab bimaa Jaa-a fii Isbaal ats Tsiyaab, karya Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Alu Jarullah.
Isi buku ini: Bagian 1 tentang Memelihara Jenggot, bagian 2 tentang Dialog seputar Jenggot, bagian 3 tentang Larangan Isbal, bagian 4 tentang Fatwa Ulama tentang Isbal.
Bagaimana hukum mencukur Jenggot? Baik yang panjangnya kurang dari satu genggam ataupun yang lebih?
Bagaimana hukum isbal? Baik dengan sombong maupun tidak sombong?
Bagaimana penjelasan hadits tentang Abu Bakar yang kainnya melorot?
Bagaimana dengan makna “izaar”? apa Cuma dimaknai dengan kain sarung? Bagaimana dengan kain celana panjang?
insyaALLOH jawaban akan anda temukan pada buku ini. Buku ini membahas hukum memelihara jenggot dan berpakaian isbal yang diterjemahkan dari 4 buah buku, yaitu: Min al Hadyi an Nabawi I faul Liha, karya Abdullah bin Abdul Hamid. Muhaawarah Thariifah Baina Dzii Lihyah wa Mahluuqiha, karya Abdul Karim al Juhaiman. Isbaal ats Tsiyaab Baina al Ijaab wa al Iqaab, karya Abdullah bin Abdul Hamid. Tadzkir asy Syabaab bimaa Jaa-a fii Isbaal ats Tsiyaab, karya Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Alu Jarullah.
Isi buku ini: Bagian 1 tentang Memelihara Jenggot, bagian 2 tentang Dialog seputar Jenggot, bagian 3 tentang Larangan Isbal, bagian 4 tentang Fatwa Ulama tentang Isbal.
Panduan Lengkap Menuntut 'Ilmu

- Judul asli : Kitabul ‘Ilmi
- Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin
- Penerbit : Pustaka Ibnu Katsir
- Ukuran : 16 x 24 cm
- Tebal : 336 Halaman (HC)
- Harga :
Rp 69.000,- - Jayyid : Rp 59.000,- (Hemat Rp 10.000,-)
Menuntut ilmu agama merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim. Sebab bagaimana mungkin seseorang dapat melaksanakan kewajiban agamanya jika tidak dilandasi dengan pengetahuan tentangnya. Berakidah benar, shalat dan puasa tidak dapat dilakukannya sesuai kehendak Allah ‘Azza wa jalla jika tidak dia pelajari tata caranya.
Seorang yang telah mampu untuk melaksanakan ibadah haji harus mempelajari manasik haji sebelum melakukannya, agar hajinya benar. Seorang hartawan harus mempelajari hukum zakat agar dia tidak salah di dalam mengeluarkan zakat harta maupun perniagaannya.
Mempelajari ilmu agama secara rinci, yang melebihi kebutuhan pribadi seseorang di atas, memang bukan kewajiban setiap muslim. Namun demikian orang yang melakukannya mendapatkan keistimewaan yang luar biasa di sisi Allah ‘Azza wa jalla. Berbagai pujian dan janji balasan istimewa di dunia dan akherat Allah berikan kepada orang-orang yang berilmu (ulama) dan para penuntut ilmu. Karena kerelaan mereka meluangkan waktu untuk kepentingan agama dan kaum muslimin di saat orang lain sibuk dengan urusan duniawi dan pribadi mereka. Juga karena melalui perjuangan keras mereka agama ini terjaga dari berbagai penyimpangan. Mereka ibarat pelita yang terang di tengah gelap gulita dan oase di tengah padang tandus. Karenanya, menuntut ilmu merupakan bagian dari jihad ( berjuang di jalan Allah). Dan orang yang melakukannya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di sebut sebagai pewaris para nabi.
Seseorang yang menginginkan kesuksesan di dalam menuntut ilmu agama tidak dapat melakukannya begitu saja, namun harus mengikuti petunjuk dan bimbingan yang dianjurkan para ulama. Jika anda telah mengambil keputusan untuk menuntut ilmu agama, maka pastikan untuk membaca dan menelaah buku yang sarat dengan petunjuk dan bimbingan berharga ini agar upaya anda mendapatkan kesuksesan dan ridha ilahi.
Sesungguhnya ilmu memiliki kedudukan penting bagi manusia yang dengannya Alloh Azza wa Jalla membedakan derajat diantara manusia. Alloh Azza wa Jalla berfirman,
“..Katakanlah, Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ? Sesungguhnya orang yang ber-akal-lah yang dapat menerima pelajaran.” [QS Az Zumar 9]
Kemudian Alloh Azza wa Jalla dengannya mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Alloh Azza wa Jalla berfirman,
“..Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. [QS Al Mujaadilah 11]
Namun, hanya ilmu agama Islam inilah yang dapat mengantarkan pemiliknya ke surga dan kebahagiaan di akherat kelak, sedangkan bagi pemilik ilmu dunia akan tetapi dia tidak beriman kepada Alloh Azza wa Jalla dan tidak berislam, maka sungguh jerih payahnya hanya akan dibalas di dunia saja, dan kelak di akherat amalan mereka seperti debu beterbangan, tidak ada manfaatnya sama sekali.
Menuntut Ilmu Syar’I telah Alloh Azza wa Jalla jadikan sebagai suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan jalan baginya menuju surga.” [HR Bukhori dan Muslim]
Inilah kitab yang ditulis seorang ulama dan Imam besar abad ini, yakni Al Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin-rahimahulloh- dengan bahasa yang mudah dipahami beserta tanya jawab tentang hal yang berkaitan dengan metode mencari ilmu syari, dijawab tuntas oleh Syaikh dengan lemah lembut dan mendalam. Dibahas pula kitab-kitab apa yang sebaiknya dibaca oleh seorang pemula yang baru mempelajari Manhaj Salaf, tahapan-tahapannya kitab yang harus dipelajari, hal ini diharapkan supaya Muslimin yang memiliki semangat berkobar-kobar dalam menuntut ilmunya tidak salah dalam memulai tahap mencari ilmu, karena jika salah dalam memulai untuk mempelajari urutan kitab mana yang perlu didahulukan untuk dipelajari nantinya akan timbul sifat malas, putus asa, karena tidak faham apa yang dia pelajari.
Seorang yang telah mampu untuk melaksanakan ibadah haji harus mempelajari manasik haji sebelum melakukannya, agar hajinya benar. Seorang hartawan harus mempelajari hukum zakat agar dia tidak salah di dalam mengeluarkan zakat harta maupun perniagaannya.
Mempelajari ilmu agama secara rinci, yang melebihi kebutuhan pribadi seseorang di atas, memang bukan kewajiban setiap muslim. Namun demikian orang yang melakukannya mendapatkan keistimewaan yang luar biasa di sisi Allah ‘Azza wa jalla. Berbagai pujian dan janji balasan istimewa di dunia dan akherat Allah berikan kepada orang-orang yang berilmu (ulama) dan para penuntut ilmu. Karena kerelaan mereka meluangkan waktu untuk kepentingan agama dan kaum muslimin di saat orang lain sibuk dengan urusan duniawi dan pribadi mereka. Juga karena melalui perjuangan keras mereka agama ini terjaga dari berbagai penyimpangan. Mereka ibarat pelita yang terang di tengah gelap gulita dan oase di tengah padang tandus. Karenanya, menuntut ilmu merupakan bagian dari jihad ( berjuang di jalan Allah). Dan orang yang melakukannya oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di sebut sebagai pewaris para nabi.
Seseorang yang menginginkan kesuksesan di dalam menuntut ilmu agama tidak dapat melakukannya begitu saja, namun harus mengikuti petunjuk dan bimbingan yang dianjurkan para ulama. Jika anda telah mengambil keputusan untuk menuntut ilmu agama, maka pastikan untuk membaca dan menelaah buku yang sarat dengan petunjuk dan bimbingan berharga ini agar upaya anda mendapatkan kesuksesan dan ridha ilahi.
Sesungguhnya ilmu memiliki kedudukan penting bagi manusia yang dengannya Alloh Azza wa Jalla membedakan derajat diantara manusia. Alloh Azza wa Jalla berfirman,
“..Katakanlah, Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ? Sesungguhnya orang yang ber-akal-lah yang dapat menerima pelajaran.” [QS Az Zumar 9]
Kemudian Alloh Azza wa Jalla dengannya mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Alloh Azza wa Jalla berfirman,
“..Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. [QS Al Mujaadilah 11]
Namun, hanya ilmu agama Islam inilah yang dapat mengantarkan pemiliknya ke surga dan kebahagiaan di akherat kelak, sedangkan bagi pemilik ilmu dunia akan tetapi dia tidak beriman kepada Alloh Azza wa Jalla dan tidak berislam, maka sungguh jerih payahnya hanya akan dibalas di dunia saja, dan kelak di akherat amalan mereka seperti debu beterbangan, tidak ada manfaatnya sama sekali.
Menuntut Ilmu Syar’I telah Alloh Azza wa Jalla jadikan sebagai suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan jalan baginya menuju surga.” [HR Bukhori dan Muslim]
Inilah kitab yang ditulis seorang ulama dan Imam besar abad ini, yakni Al Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin-rahimahulloh- dengan bahasa yang mudah dipahami beserta tanya jawab tentang hal yang berkaitan dengan metode mencari ilmu syari, dijawab tuntas oleh Syaikh dengan lemah lembut dan mendalam. Dibahas pula kitab-kitab apa yang sebaiknya dibaca oleh seorang pemula yang baru mempelajari Manhaj Salaf, tahapan-tahapannya kitab yang harus dipelajari, hal ini diharapkan supaya Muslimin yang memiliki semangat berkobar-kobar dalam menuntut ilmunya tidak salah dalam memulai tahap mencari ilmu, karena jika salah dalam memulai untuk mempelajari urutan kitab mana yang perlu didahulukan untuk dipelajari nantinya akan timbul sifat malas, putus asa, karena tidak faham apa yang dia pelajari.
Langganan:
Postingan (Atom)




